Entah kenapa bagiku, nasehat dari orang tuaku itu terasa seperti menghakimi atau merendahkan diriku. Jujur aku tidak mengetahui kenapa, Tapi setidaknya itulah yang hatiku rasakan saat dinasehati orang tuaku.
Seperti yang sudah aku ceritakan pada artikel sebelumnya tentang ketidakpastian. Aku sudah lama sekali berteman dengan ketidakpastian. Tepatnya pada tahun 2014, Dimana saat itu aku masih sangat bersemangat menjalani hidup ini.
![]() |
| Terkadang Menyendiri Itu Nikmat Juga Ya |
Dan saat itu aku terus bekerja keras dan percaya bahwa masa depanku akan lebih baik jika aku bekerja keras. Karna memang orang tuaku selalu mengajarkan aku demikian. Meskipun saat itu aku dipenuhi rasa ketidakpastian.
Dan faktanya, Kehidupan yang aku Jalani saat ini adalah kehidupan yang ingin sekali aku hindari sejak dulu. Memang bulan sudah berganti, Tetapi suasana hati tetap sulit untuk berubah. Karna memang ada luka batin yang harus segera aku sembuhkan.
Tetapi kedua orang tuaku justru melakukan hal yang sama, Yaitu memberikan nasehat. Dimana nasehat yang diberikan tersebut terasa seperti merendahkan dan menghakimi diriku. Hal yang sebenarnya malah membuat luka batinku semakin bertambah.
Jujur di tahun 2025 kemarin, Aku sudah terlalu banyak membuang – buang waktuku untuk menyembuhkan luka batin ini. Dan aku tidak mau lagi membuang banyak waktu untuk melakukan hal yang sama di tahun 2026 ini.
| Sepertinya Lebih Baik Menjauh |
Aku ingin sekali bergerak maju dan fokus pada kesempatan – kesempatan yang ada didepan. Tetapi sering kali luka batin ini menahanku untuk maju. Disaat yang sama, Bukannya membantu menyembuhkan luka batin yang aku derita ini.
Orang tuaku justru lebih sibuk untuk memberikan nasehat yang terasa menyakitkan bagiku. Ini sudah berlangsung sangat lama didalam hidupku. Hingga aku memutuskan untuk menjauh dari kedua orang tuaku.
Memang sulit untuk diterima sebagai fakta, Tetapi menurutku itu lebih baik. Dan seiring berjalannya waktu, hatiku terasa lebih ringan. Meskipun menjauh, Tetapi terkadang aku mampir ke rumah orang tuaku.
Saat berada di rumah kedua orang tuaku, Aku tidak berinteraksi dengan mereka. Aku lebih banyak menghabiskan waktu berdiam diri dikamar. Dan sebisa mungkin aku menghindari kontak langsung dengan kedua orang tuaku.
Aku sama sekali tidak menyangka bahwa aku akan melakukan hal semacam ini. Kedua orang tuaku memang masih hidup dan sehat. Tetapi aku merasa tidak ada kehadiran dan kehangatan emosional dengan keduanya.
| Menjauh Demi Kesehatan Hati Dan Mental |
Sejak dahulu aku memang lebih banyak diam bila sedang berkumpul dengan kedua orang tuaku. Dan saat diam itulah, Kedua orang tuaku mulai menasehati ku dengan cerita – cerita tentang masa lalunya.
Tentu saja cerita – cerita nasehat itu terasa seperti merendahkan dan penghakiman bagiku. Tetapi aku tetap mendengarkannya dengan sukarela, sambil menahan hati yang memang sudah hancur oleh nasehat mereka.
Aku menjalani itu selama bertahun – tahun hingga akhirnya aku merasa muak dan tidak tahan dengan itu semua. Disitulah aku memutuskan untuk mulai menjauh agar tidak mendapatkan nasehat yang terasa seperti merendahkan dan penghakiman bagiku.
